Kehadiran delegasi pejabat tinggi Indonesia secara
rahasia ke wilayah penjajah Zionis-Israel mendapat tanggapan Dr. H.
Najamuddin Ramly, pengurus Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP
Muhammadiyah Pusat.Menurut Najamuddin, ia sendiri baru mendengar
pemberitaan itu dari beberapa media. Namun jika itu benar, baginya
tindakan itu sangat keterlaluan, sebab tak pantas pejabat Indonesia
mengunjungi Israel yang jelas-jelas penjajah.“Jika benar itu
terjadi, tindakan itu adalah pengkhianatan terhadap pembukaan UUD 1945
dan Pancasila. Tindakan yang memalukan, sebuah tindakan yang melecehkan
kemanusiaan,” ujarnya,
Menurut Najamuddin, tak
ada perlunya bangsa Indonesia datang ke Israel yang dikenal pongah dan
sering mengabaikan tekanan dunia atas penjajahannya di Palestina.“Betapa
Israel dengan pongah nya menantang kehendak dunia agar di Tanah
Palestina berdiri 2 negara yang merdeka secara berdampingan, dengan
patokan batas 1967,” tambahnya.Bahkan menurutnya, para pemimpin
Indonesia sudah lama menentang sikap penjajah ini dengan sangat tegas.
Sikap ini sejalan dengan sikap Indonesia yang menghapus segala bentuk
penjajahan di atas dunia.
“Ia juga melanggar komitmen Konferensi
Asia Afrika yang diprakarsai Bung Karno serta komitmen RI untuk
menghapuskan penjajahan di atas dunia.”Lebih jauh, ia meminta
agar media membeberkan siapa-siapa saja pejabat yang mendatangi negeri
penjajah itu agar masyarakat tahu dengan jelas.“Mohon info nya, siapa-siapa saja pejabat tinggi itu?” ujarnya.Seperti
diketahui, sejumlah sumber media Yahudi mengumumkan, tim delegasi
pejabat teras Indonesia secara diam-diam untuk pertama kalinya melakukan
kunjungan ke Tel Aviv, wilayah pendudukan untuk bertemu dengan pejabat
rezim Zionis Israel.Dalam laporan berjudul “High-ranking Indonesian delegation secretly visits Israel” (Delegasi
pejabat tinggi Indonesia secara rahasia mengunjungi Israel), para
anggota delegasi Indonesia yang dipimpin anggota parlemen Tantowi Yahya,
bertemu dengan Edelstein di kantornya mereka juga berfoto bersama juru
bicara Knesset.
Menurut pantauan, rangkuman berita mengenai
kunjungan rahasia delegasi Indonesia yang dipimpin anggota DPR Tantowi
Yahya ke parlemen Israel itu juga muncul di situs PeaceNow.org milik organisasi Yahudi di Amerika Serikat, American for Peace Now, Senin 10 Juni 2013.
Lawatan
ini sangat memalukan, selain karena Indonesia tak memiliki hubungan
diplomatik dengan Israel, sebagai salah satu negara Muslim terbesar di
dunia kunjungan ini sangat melukai perasaan kaum Muslim.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar