Dapatkan income Tambahan Join disini

Senin, 26 Agustus 2013

TIM PBB YANG MENSIASATI PENGUNAAN GAS KIMIA DI SYIRIA DI TEMBAKI






Penyidik dari PBB menunda inspeksi senjata kimia di Suriah setelah kendaraan mereka ditembaki penembak jitu atau sniper, Senin (26/8). Mereka datang ke Suriah untuk mencari bukti penggunaan senjata kimia. 

"Kendaraan pertama dari tim investigasi senjata kimia ditembak beberapa kali oleh penembak jitu tak dikenal," ujar juru bicara PBB, martin Nesirky dikutip Al-Arabiya.

Tidak ada korban luka dalam penembakan itu. Penyelidik senjata PBB akan memeriksa lokasi serangan senjata kimia yang diduga menewaskan sedikitnya 1.300 orang pekan lalu di pinggiran kota Damaskus. 

PBB masuk ke Suriah menyusul pemerintah setempat setuju untuk memberi izin inspektur mengunjungi lokasi. Sebelumnya, Washington masih menimbang bagaimana menanggapi senjata kimia Suriah. 

"Berdasarkan jumlah korban yang dilaporkan, laporan gejala dari mereka yang terbunuh dan luka, kesaksian dan fakta lain dari sumber, komunitas intelijen AS dan partner Internasional, ada sedikit keraguan di poin ini senjata kimia digunakan rezim Suriah untuk melawan warga sipil," ujar pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya. 

Oposisi Suriah mengatakan lebih dari 1.300 orang tewas saat pasukan rezim melepaskan senjata kimia di kota yang dikuasai militan. Sementara, Doctors Without Borders menyebut 355 orang tewas. 

Pemerintah Suriah membantah keras keterlibatannya dalam serangan tersebut dan menuduh pejuang oposisi.

Sabtu, 17 Agustus 2013

Jurnalis Washington Post yang Terjebak dalam Pembantaian Mesir BERSAKSI

Pengusiran paksa yang berakhir dengan pembantaian turut disaksikan oleh seorang jurnalis dari Washington Post, Abigail Hauslohner.
Jurnalis yang memang bertugas untuk meliput aksi duduk pendukung Presiden Mesir terguling Muhammad Mursi ini sempat terjebak saat militer Mesir menembaki para pendukung Mursi. Berikut kesaksiannya yang dikutip dari Washington Post dan Republika.
“Serangan dimulai dengan kekerasan oleh militer Mesir dan polisi ke perkemahan utama  oposisi dengan keganasan. Serangan yang mengubah jalan menjadi zona perang.
Suara tembakan terdengar dari polisi yang mengenakan rompi antipeluru yang bersenjatakan senapan serbu. Mereka berlari masuk dan keluar dari Kamp Rabaa al-Adawiya, tempat para pendukung Mursi berunjukrasa.
Gumpalan asap hitam dan asap putih membumbung akibat api yang terbakar. Tabung gas air mata berhamburan. Sementara, buldoser menabrak tenda dan merobek dinding demonstran dari karung pasir.
Dua rekan dari Kairo Biro Washington Post dan aku mencapai kamp pada Rabu (15/8) sebelum pukul 08.00 waktu setempat. Hanya sekitar satu jam setelah pasukan keamanan mulai menyerang kamp di mana laki-laki, perempuan dan anak-anak telah berkumpul dan berdemonstrasi selama enam minggu. Mereka menuntut kembalinya presiden terguling Muhammad Mursi.
Kekerasan tumpah ke jalan-jalan. Polisi membawa sesama perwira terluka melewati kami. Di sisi lain, seorang petugas menjatuhkan remaja dengan tembakan di kepala sebelum mengangkut seorang pemuda pergi.
Seorang wanita memohon seorang petugas polisi untuk tidak membunuh pengunjuk rasa saat mereka mendorong kembali seorang pria yang tampak menangis. Dia mengatakan, berusaha untuk mendapatkan adiknya, yang terperangkap di dalam Rabaa al-Adawiya masjid.
Itu tidak lama sebelum polisi melepaskan tembakan dengan gas air mata dan memuntahkan amunisi kepada sekeliling. Wanita dan pria berlari ke blok, berteriak untuk berlindung.
“Jika aku melihatmu lagi, aku akan menembakmu di kaki,” kata seorang polisi kepada Sharaf al-Hourani, Mansour Mohamed, dan saya. Pasukan keamanan di atap sebuah gedung di dekatnya mengawasi kami melalui teropong. Dua helikopter berputar di atasnya.
Kami menemukan diri terperangkap di antara ‘pertempuran’ antara polisi dengan demonstran. Massa pro-Mursi berbaris tepat di garis pemisah dengan ratusan polisi berpakaian hitam yang dihadapi luar. “Dengan hidup, dengan darah, kita berkorban untuk Islam,” teriak mereka.
Sampai petugas melepaskan tembakan dengan peluru dan gas air mata. Api cepat senjata otomatis terdengar antara bangunan seperti yang kita berjongkok dengan lingkungan warga dinding.
Pada pukul 11.00, desing peluru terdengar terlalu dekat, langsung di atas kepala kami. Saya tidak tahu dari mana asalnya. Pada saat itu, terdengar seolah-olah tembakan itu berasal dari segala arah, dari jalan-jalan dan blok apartemen yang menjulang tinggi.
Sharaf, Mansour dan saya jatuh ke trotoar dan merangkak menuruni bukit ke gang rendah terlindung pada dua sisi dari jalan. Kami berbaring di sana dengan dua wartawan muda Mesir  setelah rentetan tembakan terdengar beberapa ratus meter jauhnya. Di sana, terlihat polisi tampak bentrok dengan pengunjuk rasa.
Laki-laki muda membawa gerobak beroda empat di jalan. Gerobak itu diisi orang yang terluka. Mereka mendekati barisan dengan hati-hati, berharap untuk mengantarkan mereka ke sisi lain.
Sebelumnya, pemerintah sementara bentukan militer Mesir telah berjanji akan mengusir aksi duduk pendukung Mursi. Para pejabat pemerintah dan media lokal telah mengecap pendukung Mursi dalam Ikhwanul Muslim sebagai teroris yang bertekad menghancurkan bangsa.
Akan tetapi, sekarang, pasukan pemerintah melepaskan tembakan sniper yang tampak sembarangan. Mereka menargetkan pendukung Mursi. Mereka yang ditembak termasuk dua wartawan dan putri remaja seorang pemimpin Ikhwanul Muslimin. Seorang teman wartawan saya ditembak di kaki.
Penembak jitu juga menembak orang yang berusaha untuk mendekati atau meninggalkan rumah sakit darurat dalam kamp, ​​di mana puluhan orang mati berjajar di lantai.
Menjelang siang, bentrokan yang menjebak kami mulai mereda. Polisi telah mendorong demonstran kembali dari barisan mereka. Kami beringsut jalan keluar, berada di baris terakhir dari polisi dan kendaraan. Disana, terlihat  laki-laki berdarah ditahan oleh pasukan pemerintah duduk di bangku, memegangi kepala mereka dan menunggu nasib.

Pendukung Mursi Dibantai, Ditembak, Dibakar, dan Dilindas Kendaraan Berat

Pihak keamanan Mesir hari Rabu, (14/08/2013) kembali melancarkan serangan kepada para pendukung mantan Presiden Mesir terguling Mohammad Mursy, di lapangan Rabiah al-Adawiyah dan lapangan al-Nahdhah.

Serangan ini dilakukan sebagai upaya pembubaran masa pro Mursy yang tetap mempertahankan tuntutannya agar Mursy kembali menjadi presiden.

Al-Jazera Misr Mubaser, situs TV Aljazeera melalui streaming merekam bagaimana salah seorang pihak keamanan menembaki para demonstran dari atap sebuah gedung dengan senjata api. Serangan ini dimulai pada pukul 7 pagi hari atau sekitar pukul 12 WIB.

Reuters menulis, pasukan keamanan telah memblokir semua akses lapangan an-Nahdha, tempat berlangsungnya protes pro Mursy. Tayangan televisi menunjukkan anggota pasukan keamanan mencari tenda-tenda di kamp.

Korban masih simpang siur. Media-media Barat menyebut korban tewas belasan, namun TV Aljazeera mengutip pihak rumah sakit di lapangan Rabi’ah saat ini korban jiwa telah mencapai lebih dari 120 orang, dan sekitar 5000 orang mengalami luka-luka.

Sementara itu, menurut pernyataan dari panggung Rabi’atul Adawiyah, hingga pukul 17.00 WIB, korban meninggal telah mencapai 800 orang.

Para korban dibantai dengan cara-cara yang sadis. Kebanyakan korban meninggal karena ditembak oleh sniper yang berada di atas gedung sekitar lokasi unjukrasa dan helikopter.

Selain itu, militer menghancurkan kemah-kemah pengunjukrasa dengan membakarnya hingga mayat-mayat demonstran yang belum dievakuasi ikut terbakar.

Dilaporkan juga wanita dan anak-anak ikut menjadi korban kebutralan rezim kudeta Mesir. Di antaranya seorang bayi yang meninggal akibat sesak nafas oleh serangan gas air mata tentara dan polisi Mesir. Selain itu, seorang ibu dan bayinya terlindas kendaraan berat yang digunakan untuk merubuhkan kemah-kemah pengunjukrasa.

Sementara itu, pihak Kementerian Dalam Negeri menyataka bahwa polisi tidak menggunakan senjata tajam dan hanya menembakkan gas air mata.

Senin, 05 Agustus 2013

MAJELIS ULAMA INDONESIA : INSYA ALLAH UMMAT ISLAM BERSAMA BERLEBARAN PADA TANNGAL 8 AGUSTUS 2013



Insya Allah umat Islam di Indonesia akan merayakan Lebaran secara bersamaan. Kemungkinan itu disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam Taushiyah Menyambut Idul Fitri 1434 Hijriyah, Senin (5/8).

Tanggal tersebut sama dengan tanggal yang telah ditetapkan oleh MUHAMMADIYAH. Bisa dipastikan, Insya Allah tahun ini kita Idul Fitrinya bareng, kata Ketua Umum MUI, KH Ma'ruf Amin di Gedung MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, hari ini. 

Sebab menurut Ma'ruf, pada hari Rabu 7 agustus 2013 nanti posisi hilal di seluruh indonesia sudah di atas 2 derajat. "Besok Idul Fitri bareng bukan karena (perbedaan) sudah terselesaikan. Tapi kebetulan sama," terangnya

Pada kesempatan yang sama, pihaknya menyambut baik rencana penetapan 1 Syawal 1434 H oleh pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama bersama MUI dan ormas-ormas Islam pada Rabu (7/8) mendatang.

Kiai Ma'ruf berharap dalam sidang tersebut tidak terjadi perbedaan soal penetapan 1 Syawal. Ia menambahkan, Idul Fitri yang bersamaan ini merupakan suatu kebetulan. Artinya, perbedaan yang kerap terjadi antara pemerintah dengan PP Muhammadiyah sebenarnya belum terselesaikan. 

"Bukan karena akhirnya tidak ada perbedaan, tapi karena kebetulan sama," katanya.

Sabtu, 03 Agustus 2013

FATIH SAFERAGIC, HAFIZ QUR'AN YANG GANTENG







Usianya masih 18 tahun, namun kepandaiannya mengaji dan melantunkan ayat-ayat Alquran dikagumi remaja-remaja sebayanya. Kendati demikian, sebagai remaja, Fatih Seferagic tetap melakoni hobinya dari main games hingga ice skating.

Video Fatih yang melantunkan ayat-ayat Alquran ini ramai tersebar di Youtube dan dibicarakan di berbagai media sosial, dari twitter hingga Facebook. Dalam video itu, Fatih melantunkan qiro'ah dengan menjadi imam salat berjamaah. Semua ayat-ayat panjang itu dilantunkan Fatih di luar kepala.

Seperti dikutip dari Muslim Youth Musing, remaja kelahiran Jerman, 2 Maret 1995 itu mulai belajar menghafal Alquran pada usia 9 tahun dan bisa menghafal Alquran alias hafiz, tiga tahun berikutnya. Fatih belajar di suatu sekolah yang khusus menghafal Quran di Baltimore, Maryland.

Keluarga Fatih yang berdarah Bosnia itu memang pindah ke Amerika Serikat saat usia Fatih 4 tahun. Setelah komplet menghafalkan Alquran, Fatih tetap melanjutkan sekolah untuk mempelajari hadis. Pada 2010, Fatih diterima di Bayyinah Dream Program, yang memungkinkannya untuk belajar bahasa Arab.

Namun demikian, di sela-sela dia belajar agama, pemuda ini juga berorganisasi. Fatih adalah ketua Remaja Masjid Shaykh Yasir Birjas di Dallas, Texas. Dia juga bergabung dengan situs reliji remaja, Muslim Youth Musing. Situs ini membahas permasalahan remaja dilihat dari sudut pandang Islam. Nah, Fatih tergabung menjadi salah satu penulisnya. 

Tentu saja, sebagai remaja Fatih juga melakoni hobinya, seperti menulis, membaca, main games, belajar bahasa, filsafat dan psikologi. Dan seperti remaja di Amerika Serikat (AS) pada umumnya, Fatih juga memiliki akun media sosial di Twitter dan Facebook.

Bahkan dalam akun Facebooknya, Fatih mengaku menyukai olahraga ice skating. Saat memposting dirinya yang diambil dengan iPhone sedang berkostum pinguin dengan status "At work" alias di tempat kerja. Dan pada postingan berikutnya, Fatih pun menjelaskan apa yang dilakukannya.

"Untuk kamu semua yang bertanya apa yang saya lakukan di tempat kerja setelah saya memposting diri saya dengan kostum pinguin, ini dia! Saya cinta ice skate, jadi saya bekerja di tempat ice skating saat akhir pekan," tulis Fatih dalam Facebook-nya. 

Tak hanya itu, Fatih juga menawarkan khusus Alquran privat melalui Skype, khusus yang berdomisili di AS dan Kanada. Oh ya, satu lagi, karena kelebihannya menghafal Alquran, pemuda good looking ini tampaknya memiliki banyak penggemar, utamanya, ehem, dari kaum hawa.

Di Facebook-nya, sudah 117 ribu yang 'like' akun milik Fatih, di Twitter sudah ada 27 ribu follower. Selain berkomentar mengenai kemampuannya, rata-rata yang berkomentar mengenai penampilan fisiknya seperti 'ganteng', 'cute', 'funny' dan sebagainya.