Pekan-pekan masih menggelora perdebatan bagaimanakah sosok Edward Snowden harus diperlakukan. Apakah sebagai whistleblower, pahlawan, penjahat atau pengkhianat setelah mantan pegawai CIA tersebut mengungkapkan program pengawasan rahasia Badan Keamanan Nasional AS (NSA) terhadap telepon, e-mail, dan catatan Internet masyarakat.
Tetapi orang-orang baik di dalam dan di luar Amerika Serikat berutangbudi kepada pemuda 29 tahun itu sembari mengucapan terima kasih atas informasi kepada mereka bahwa rakyat sedang diawasi ketat oleh pemerintah yang suka menggambarkan dirinya sebagai pelindung privasi dan kebebasan sipil, dan teladan bagi negara-negara lain.
Kebanyakan orang, kecuali orang-orang di NSA dan sejumlah anggota parlemen seperti Dianne Feinstein, Ketua Komite Intelijen Nasional AS, sam sekali pengawasan rahasia tersebut sampai Snowden membocorkan aktivitas terebut.Mereka yang menuduh Snowden sebagai pengkhianat berpendapat bahwa informasi yang bocor bisa membantu musuh AS ‘dan menimbulkan ancaman keamanan nasional. Itu telah menjadi alasan klasik yang digunakan di Amerika t sejak 11 September 2001, untuk menakut-nakuti orang agar mendukung tindakan pemerintah.
Apa yang dilakukan pemerintah AS dengan melakukan penahanan di Teluk Guantanamo tanpa pengadilan dan serangan pesawat tak berawak di negara-negara lain semuanya dilakukan atas nama menjaga nkeamanan negara. Namun, moralitas dan legalitas tindakan tersebut telah dipertanyakan secara global. Sekarang orang seperti Snowden telah berjasa mengingatkan betapa pahitnya penderitaan publik Amerika terhadap aktivitas pengawasan rahasia atas setiap aktivitas pribadi dalam melakukan komunikasi.
Sudah tentu pemerintahan Obama telah tertampar dengan skandal itu karena presiden dari Partai Demokrat itu telah lama berkampanye soal transparansi dan melawan penyalahgunaan wewenang selama pemerintahan George W. Bush.Perusahaan telepon dan internet yang telah membantu NSA dalam penyadapan telepon dan data e-mail juga telah memperoleh sorotan dari publik. Bagaimanapun perusahaan-perusahaan semacam Google, Apple, Twitter, Microsoft, Facebook, Verizon dan AT & T telah mengkhianati kepercayaan orang di seluruh dunia.
The American Civil Liberties Union, sebuah gerakan advokasi hak berkomunikasi, telah mengajukan gugatan terhadap pemerintahan Obama dalam upaya untuk menghentikan pengumpulan data dan penghapusan setiap penyimpanan informasi tersebut.Yang mengerikan adalah bahwa pemerintahan Obama tidak hanya membantah telah melakukan kesalahan, tetapi masih saja secara tegas membela program pengawasan NSA sebagai tindakan hukum yang diperlukan. Pemerintah melakukan segala sesuatu yang bisa untuk menangkap Snowden dan menuduhnya berkhianat.
Cara seperti itulah yang telah pemerintah AS lakukan untuk Bradley Manning, seorang tentara berusia 25 tahun, yang ditangkap di Irak tiga tahun lalu karena dicurigai memberikan informasi rahasia kepada WikiLeaks.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar